Categories
Artikel

Nasihat Bagaimana menjalankan penilaian karyawan yang baik

Penilaian sering dilihat sebagai memakan waktu dan kurang dalam hasil. Jadi kami telah menyusun panduan lengkap, yang menawarkan saran tentang merancang dan meluncurkan proses penilaian Anda berikutnya, termasuk menghilangkan bias dan mendorong percakapan kinerja yang efektif

Penilaian karyawan sering dilihat sebagai memakan waktu atau kurang dalam hasil yang jelas oleh manajemen dan staf.

Tetapi bila terstruktur dengan baik dan dilaksanakan dengan penuh pertimbangan, penilaian dapat meningkatkan laba bersih serta pertumbuhan dan perkembangan bisnis. Pada tingkat karyawan-oleh-karyawan, penilaian yang kuat memberi individu kesempatan untuk berbagi dan menerima umpan balik penting. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mengurangi tingkat turnover, yang semuanya berdampak langsung pada laba perusahaan Anda.

Meskipun menyenangkan untuk didiskusikan, bagaimana Anda memastikan penilaian efektif dan berdampak, baik untuk orang-orang Anda dan bisnis Anda, dan juga cukup lancar untuk memastikan tingkat partisipasi yang tinggi?

Artikel Sebelumnya :

Bagaimana Membangun Strategi Manajemen Bakat Terintegrasi

Categories
Uncategorized

Tetap Waras di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Berdamai dengan segala kebiasaan atau lingkungan yang baru tentu bukanlah hal yang mudah. Karena kita harus terbiasa dengan perilaku yang baru, yang sebelumnya belum pernah kita jalani. Tentu, dalam menjalankan sebuah kebiasaan baru, tidak hanya fisik yang bekerja. Tetapi, aspek kehidupan yang lain pun ikut serta, misalnya:

Pertama, ekonomi. Tentu dengan kebiasaan atau lingkungan yang baru, kita harus mengeluarkan dana yang lebih. Contohnya dalam wabah pandemic covid-19 yang masih berlangsung di dunia ini, terutama Indonesia.

Kita harus beradaptasi dengan “new normal” di masa covid-19 ini. Kita harus selalu membeli dan memakai masker, membawa cleaning thing di tas kemanapun kita pergi, seperti handsanitizer, tissue ataupun sabun. Tentu hal itu memerlukan budget atau biaya yang lebih.

Kedua, adalah mental. Tentu mental kitapun diuji untuk selalu tetap waras menghadapi covid-19 ini ataupun ketika sedang menghadapi “new normal”-nya.

Sehingga, dimasa covid-19 ini banyak orang yang terserang kesehatan mentalnya. Manusia-manusia yang dahulu terbiasa setiap hari bertemu dengan orang lain untuk bekerja, bersekolah atau bahkan hanya sekedar saling sapa agar bersosialisasi, tiba-tiba dikejutkan dengan covid-19 yang mengharuskan semua manusia mengurungkan dirinya dirumah.

Tentu bagi beberapa orang itu bukanlah hal yang mudah. Mengenai apapun itu, adaptasi dengan kebiasaan baru memerlukan proses dan itu tidak mudah.

 

Namun, kita harus tahu bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, pada orang lain, atau apapun yang ada didunia ini sudah ada yang mengatur dan bukanlah suatu hal yang semata-mata terjadi.